Senin, 18 April 2016. Kelas perdana Gelas Kosong (GeKo) SIGi Makassar via WhatsApp. Nah, untuk edisi perdana ini, pemateri yang berhasil saya jebak adalah kak Fatmawati Samad (Fathe’), beliau adalah salah seorang sesepuh di SIGi Makassar. Meskipun sempat menolak dengan beragam alasan, akhirnya mau tak mau harus menyerah dengan bujukan saya untuk sharing di edisi perdana GeKo SIGI Makassar.
Sedianya jadwal untuk sharing adalah Minggu malam, tapi karena sesuatu dan lain hal akhirnya ditunda ke Senin malam. Entah apa sesuatu dan lain hal itu. Tapi, sharing materinya bisa dibaca di bawah ini, tentu dengan perubahan seperlunya. Silakan dibaca.
****
Bismillah…
Kemarin sore, sepulang dari acara nikahan teman, kebetulan lagi hujan, saya singgah asar-an di masjid sekalian ambil motor yang saya tinggalkan disana.
Setelah selesai asar-an, rencananya sih mau nunggu hujan reda tapi sudah terlalu sore. Akhirnya saya memutuskan untuk pulang meskipun hujan masih mengguyur. Jalan lah saya ke area parkiran masjid (eh, parkiran masjid atau parkiran motor ya?) tempat motor saya diparkir oleh teman dan ternyata saya mendapatinya dihimpit motor di pembatas parkir (pukpuk motornya… 😀), susah dikeluarkan. Lama berkutat dengan motor tak kunjung bisa keluar, tarik maju mundur, pakaian sudah basah tapi tidak berhasil juga mengeluarkan motornya.
Tiba-tiba…
Datanglah seorang anak muda yang membantu saya dari belakang. Tampilannya mirip tukang parkir yang biasanya memang sering nangkring di area parkir masjid. Alhamdulillah motornya berhasil keluar dari himpitan motor. Karena mengira dia tukang parkir, saya rogoh uang dua ribuan di dalam tas, bermaksud memberikannya ke orang tersebut.
Daaaaann…
Dia menolak karena ternyata dia bukan tukang parkir. Ada rasa malu yang saya rasakan, saya ucapkan terima kasih sambil minta maaf. Orang itu berlalu dan melambaikan tangannya. Jadi, lucu sendiri, tertawakan diri sendiri. Hahaha…
Dari cerita saya di atas, saya mulai mengingat-ingat lagi kata orang-orang “JANGAN MENILAI manusia dari tampilan luarnya”. Sama seperti kita yang ada disini, yang notabene berasal dari daerah, suku, keluarga, pekerjaan, tempat mengenyam pendidikan, dan lain sebagainya, pastilah memiliki karakter yang berbeda-beda. Mungkin pada saat bertemu pertama kali, entah itu di rapat, RK, atau di Project, biasanya kita sebagai orang baru gabung kadang merasa canggung karena belum mengenal satu sama lain.
Mungkin kesan awal bertemu “kok si A jutek, kok si B cuek, kok si C bla…bla..bla…, si D begini begitu”, tapi pada akhirnya beda dari yang kita sangkakan pas di awal bertemu. Intinya tetap berprasangka baik dan mengerti. Walaupun pada akhirnya ya, ada yang jauh dari ekspektasi kita. ^_^
*****
Demikianlah sharing dari kak Fatmawati Samad. Jadi lain kali kak, kalau bertemu orang baru jangan langsung berprasangka bengini begitu. Cobalah kenal lebih dalam dan lebih dekat, Siapa tahu jodoh. #Ehh
Oke, sampai ketemu di GeKo edisi selanjutnya ya…
Keep Sharing, Keep Inspiring. Semoga segera jadi pengantinG kak. Aamiin… ^_^