Menulis dan Blogging

 Bismillah…
Jadi ini adalah review dari materi yang di sharing-kan kak Nunu semalam di grup WA untuk sesi pemanasan sebelum kelas perdana GeKo malam senin nanti insya Allah. Nah, tema yang dibahas semalam adalah tentang menulis dan blogging. Kenapa nulis? Kenapa harus nulis? dan kenapa blogging?
Ini adalah pengalaman kak nunu pada saat ngajar ibu-ibu berkebangsaan Spanyol untuk blogging atau buat blog dan nulis di blog. Kebayang kan gimana rasanya ngajar ibu-ibu dengan bahasa yang beda dengan kita? Apalagi ibu ini umurnya sudah 58 tahun. Tapi semangatnya buat blogging besar sekali.
Ketika ditanya kenapa dia ngeblog? Alasannya sederhana, dia hanya ingin membuat otaknya bergerak dan ingin eksis di dunia maya. Menurut dia, tanpa ngeblog dia seperti belum punya rumah. Rumah tempat orang spanyol bertanya sama dia, rumah tempat dia menyimpan semua kenangan dan informasi, rumah yang bisa dia isi dengan segala cerita untuk orang banyak. Semakin bagus dan banyak isi rumah kita, semakin banyak yang akan berkunjung.

Why Blogging?

Beberapa manfaat blogging diantaranya:
1. Sebagai “prasasti sejarah” pribadi
Kenapa blogging bisa menjadi sebuah ‘prasasti sejarah’ ? Yah, karena waktu akan terus berjalan, dan kita belum tentu bisa mengingat semua hal. Tapi dengan blogging, kita bisa mengembalikan susasana yang membahagiakan, meski hanya dalam keadaan mengenang.
Dilihat dari sisi fisiologis, otak itu penuh dengan beragam informasi. Ada yang sifatnya ingatan jangka pendek dan ada ingatan jangka panjang. Ingatan jangka panjang adalah ingatan yang sulit dilupakan. Tapi ini tak selalu tentang mantan. Hahahaa..
Jadi begini ceritanya…
Ibarat kota, otak itu penuh dengan jalan-jalan, setiap ada informasi atau kenangan atau kejadian baru, akan terbentuk satu jalur tempat sinyal-sinyal pembawa informasi itu lewat. Semakin sering diingat, jalannya akan semakin dalam/kuat, akhirnya sulit dilupakan. Makanya orang yang gagal move on kayak kamu… iya… kamuu.. adalah orang-orang yang selalu mengingat. Coba gak diingat-ingat terus, dengan sendirinya kenangan itu akan dilupakan. Hahahaha..
Jadi dengan menulis, kita bisa membuat prasasti sejarah pribadi, tulisan bisa menceritakan secara detail.
2. Semakin terampil dan kreatif dalam menulis.
Ketika ragu dengan apa yang kita tulis, ingat: SETIAP TULISAN ADA PEMBACANYA.
ini masih pengalamannya kak nunu. Pernah, ketika mengikuti sebuah kelas kepenulisan, kelas kepo. Setelah 3 bulan, ada ujian kelas, pas ujian nyetor tulisan tentang kemanusiaan, kebetulan bertepatan dengan sebuah lomba, karena iseng sekalian tulisan itu juga dikirimkan untuk diikutkan dalam lomba.Pas ujian kelas kepo, ujiannya lebih menyeramkan daripada ujian pada saat sidang (kebayang gak tuh? huahaha). Pengajar mengkritik sana sini, pokoknya tulisannya dapat nilai 60 dan yang lainnya dapat 80-90. Akhirnya ragu dengan lomba, karena ngerasa dapat nilai yang sangat parah. Ternyata 3 bulan kemudian ada pengumuman, kalau tulisannya juara 2, padahal jurinya adalah orang-orang hebat, Fahd Jibran, Jurnalis Kompas, Peneliti filantropi islam dll.
Disitu akhirnya nyadar kalau sebenarnya setiap orang standar bagus tidaknya tulisan beda-beda. Semua tulisan ada pembacanya. Jadi………. tulis sajaaaa…
Nah, kenapa sebaiknya kita menulis?
Masih dari yang disampaikan kak Nunu nih, sewaktu mengikuti kegiatan ICRC. Menurut salah seorang pemateri disana, katanya… beritan di dunia maya itu sangaaaaat rame dengan berita-berita aneh, berita hoax, tidak ada aturan bagi blogger mau tulis apa, tulis tentang kebaikan atau keburukan itu terserah penulis. Jadi kenapa penting nulis yang baik-baik atau nulis? Semakin banyak informasi positif dapat meredam segala informasi negatif.
Ketika kita punya kemampuan menulis, untuk di lingkungan kita, kita punya nilai plus dibandingkan yang lain. Contoh, seorang perawat yang bisa nulis, akan beda dengan perawat yang lain. Seorang guru yang bisa menulis, akan punya nilai lebih dibandingkan guru-guru yang lain.
Menulis, bukan sekadar menggabungkan tulisan. Tapi, melihat pokok masalah secara universal. Merangkum data, meramu tulisan agar bisa dibaca oleh semua kalangan. Sebuah tindakan belajar melihat secara global.
Wuuussshh.. Lap keringet.. 😀 (banyak yak ternyata.. hehehe..)
Sekarang rangkuman sesi tanya jawab.
Apa itu feature?
Jadi, contoh tulisan feature itu isinya tentang beragam informasi-informasi kejadian atau berita tapi bahasanya gak ribet gak berat. Biaasanya seperti lagi bercerita, ada tokoh, ada plot, tapi ada maksud/fakta yang diceritakan.
Apa ada aturan-aturan dalam menulis?
Sebenarnya gak ada aturan-aturannya. Dalam blogging itu enaknya tulis saja sesuka hati, tapi ada tulisan yang enak dibaca kan yak? Tulisan dengan EYD yang tepat pasti enak dibaca dibandingkan dengan tulisan yang 4l4y B1n j4bl4y. huahaha..
Aturan menulis gak ada patokannya, tapi dengan EYD yang baik, jelas sudut pandangnya, ada konflik di dalamnya. Banyak informasinya pasti enak dibaca kan? 🙂
Sekian dulu yaa… rangkuman materi intinya sudah, kalaupun ada kekurangan dan kelebihan di dalam penulisannya itu semata dari pribadi saya.
Kalau teman-teman ada yang mau tambahkan, silakan tambahkan di kolom komentar yak..
Sharing, Inspiring, semoga bisa jadi PengantinG #ehh.. hahaha..